Gaji Bekerja di Australia

Banyak orang berpikir bahwa cara mendapatkan uang paling mudah dan paling banyak adalah bekerja di luar negeri. Karena gaji di luar negeri tinggi. Apakah benar? Orang sering kali berkata demikian namun lupa melakukan perhitungan. Ya, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ketika bekerja di luar negeri.

 

Pengeluaran

Biaya hidup adalah bagian sering dilupakan. Biaya hidup di Australia, apalagi Sydney termasuk yang tertinggi di seluruh dunia. Tempat tinggal adalah biaya terbesar. Bila kita ingin memiliki kamar pribadi di Sydney, kita setidaknya harus membayar lebih dari $200 atau lebih dari 2 juta rupiah per minggu. Banyak orang memilih untuk share kamar atau menyewa ‘kamar’ di ruang tamu.

Biaya untuk makan bila kita mau makan sederhana atau masak sendiri tidak begitu mahal. Karena produk makanan yang berkualitas dan bila kita tahu dimana tempat membeli makanan yang murah, maka kita bisa menghemat banyak. Supermarket di Sydney sangat lah banyak dan menyediakan berbagai makanan siap makan yang tidak terlalu mahal. Namun, bila kita ingin jajan atau makan di restoran, kita harus mengeluarkan uang sekitar $15-$40 per orang. Sebenarnya, bila dibandingkan dengan uang jajan di Jakarta, tidak terlalu jauh beda sih. Mungkin karena kehidupan hedon di Jakarta pun sudah mahal.

Biaya-biaya lain adalah seperti uang transportasi yang bisa dihindari bila kita tidak naik kendaraan umum. Memilih lokasi tempat tinggal yang tepat adalah kuncinya. Biaya internet memang lumayan mahal dibandingkan dengan Indonesia. Namun paket handphone biasanya sudah termasuk internet, telepon, sms hingga international call.

 

Gaji yang didapatkan

Bila kita bekerja sebagai kitchen hand, seperti pramusaji di restoran, karyawan yang mencuci dan membuat makanan simple, kita bisa mendapat gaji sekitar $12-$20 per jam. Anggap saja dalam satu minggu kita bekerja selama 40 jam. Maka dalam satu minggu kita sudah mendapatkan $480 – $800.

Bila kita bekerja di farm atau perkebunan. Perhitungan gaji berbeda-beda. Ada yang menghitung dari hasil buah yang kita panen, ada yang per kg ada yang per bakul. Apa yang dipanen pun berbeda-beda setiap musim nya. Untuk lebih details soal ini, bisa mencari info lebih lanjut di group facebook WHV Indonesia.

Bila kita bekerja full time sebagai professional, misalnya sebagai akuntan atau programmer atau bisnis professional lainnya, hitungan gajinya adalah pertahun. Gaji pertahun bisa mulai dari $70.000 – $150.000 tergantung pengalaman kita. Diatas $150.000 biasanya adalah gaji tingkat manager. Namun jangan lupa ada pajak yang nilainya sekitar 30% dari apa yang kita dapatkan.

Selain gaji, kita juga mendapatkan namanya Superannuation. Ini adalah program untuk hari tua bagi orang Australia. Nilainya dibayarkan oleh employer kita sebesar 9.5%. Tidak semua employer menambahkan ini diatas gaji kita, maksudnya ada yang sudah memasukkannya dalam total gaji kita. Ketika negosiasi gaji lah kita bisa mencari tahu tentang ini dengan employer kita. Bila kita sudah menyelesaikan WHV dan hendak for good ke negara asal kita, maka kita bisa mengambil uang ini.

 

Pemasukan Dikurang Pengeluaran

Setelah berbagai research dan ngobrol-ngobrol dengan banyak orang dari berbagai bidang pekerjaan, bila kita bisa mendapat lebih dari $350 per minggu, maka kita bisa memiliki uang tabungan. Ya, perkiraan ongkos tinggal adalah $350 per minggu, bila kita mau hidup sederhana, tidak terlalu foya-foya namun masih menikmati hidup. Jangan lupa biaya flights dan uang yang sudah kita pakai ketika meng-apply visa ini.

1 thought on “Gaji Bekerja di Australia”

  1. Pingback: Visa Working Holiday (WHV)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *